The Territorial Trap and the Problem of Non-Territorialized Groups

Mireille Marcia Karman

Sari


Konsep wilayah geografis atau kewilayahan fisik hampir selalu merupakan komponen utama negara yang tak terbantahkan. Dengan kewilayahan, entitas politik tersebut tidak dapat dikatakan atau didefinisikan sebagai negara. Namun demikian, pentingnya wilayah untuk sebuah negara menjadi tidak terbantahkan karena kerap dianggap remeh oleh sebagian besar ilmuwan politik modern, walaupun secara historis, konsep tersebut hanya menempati posisi penting pada abad ke-16. Tulisan ini mengikuti sejarah konsep teritorialitas (territoriality) seperti yang dijelaskan oleh Schmitt dan Kant untuk menempatkan kemunculan keterlekatan teritorial pada suatu konteks. Dengan demikian, penulis ingin menunjukkan masalah yang muncul saat teritorial diambil dari konteks tersebut dan diadopsi di dunia global yang memiliki konteks yang berbeda. Mengambil wilayah sebagai norma yang tak terbantahkan dari sebuah negara modern berkontribusi dalam menciptakan beberapa masalah laten seperti masalah identitas etnik atau agama yang perlu tunduk pada identitas nasional, ketidakmampuan untuk menangani entitas politik non-teritorial, dan ketidakmampuan untuk membayangkan cara efektif untuk mengerahkan otoritas yang efektif tanpa bergantung pada kapasitas material. Tulisan ini diakhiri dengan saran untuk membuka kembali diskusi tentang pentingnya teritorial untuk suatu negara dan apakah konsep tersebut masih dapat berfungsi sebagai asumsi keamanan dan persatuan negara.


Kata Kunci


Teritorialitas; Carl Schmitt; Imannuel Kant; Liberalisme; Entitas Politik; Teori Negara; Realisme

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Agnew, J. (1994). The Territorial Trap: The Geographical Assumptions Of International Relations Theory. Review Of International Political Economy, 1(1), 53-80.

Agnew, J. (2003). Geopolitics: Re-visioning world politics. New York: Routledge.

Angeli, O. (2015). Cosmopolitanism, Self-Determination and Territory Justice with Borders. Hampshire: Macmillan Publishers Limited.

Meyer, J. W., Boli, J., Thomas, G. M., & Ramirez, F. O. (1997). World society and the nation-state. American Journal of sociology, 103(1), 144-181.

Rousseau, J.-J. (1999). The Social Contract. (C. Betts, Penerj.) New York: Oxford University Press.

Sack, R. D. (1983, March). Human Territoriality: A Theory. Annals of the Association of American Geographers, 73(1), 55-74.

Schmitt, C. (2003). The Nomos of the Earth in the International Law of the Jus Publicum Europaeum. (G. L. Ulmen, Penerj.) New York: Telos Press.

Schmitt, C. (2007). Theory of the Partisan: Intermediate Commentary on the Concept of the Political. (G. Ulmen, Penerj.) New York: Telos Press Publishing.

Weber, M. (2004). The Vocation Lectures (1st ed.). Indianapolis: Hackett Publishing Company.

Williams, P. (2004). Transnational Organized Crime And The State. Dalam R. B. Hall, & T. J. Biersteker, The Emergence of Private Authority in Global Governance (hal. 161-182). Cambridge: Cambridge University Press.




DOI: https://doi.org/10.7454/global.v18i2.129

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.