Vol 15, No 1 (2013)

Global: Jurnal Politik Internasional

Jurnal Global edisi kali ini dibuka dengan tulisan dari Andi Widjajanto yang berjudul "Modifiers for Military Strategy". Widjajanto menjelaskan empat faktor yang menentukan pilihan suatu negara terhadap strategi militer tertentu. Keempat faktor tersebut adalah faktor struktural, yang berkaitan dengan perimbangan kekuatan dan perlombaan senjata, faktor budaya militer, faktor teknologi, dan, terakhir, faktor penggunaan kekuatan militer dalam pertempuran, yang terkait dengan aplikasi gelar penindakan dan rasio kekuatan.

Dalam tulisan kedua, Wendy A. Prajuli berusaha menjawab pertanyaan mengapa persepsi ancaman terhadap Cina tetap berkembang di antara negara-negara Asia Tenggara meskipun Cina sudah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kerjasama dengan negara-negara Asia Tenggara. Prajuli menilai ada benturan antara pengembangan postur militer Cina, terutama dalam rangka mengembangkan kekuatan laut, dengan upaya-upaya Cina dalam membangun kerjasama dengan negara-negara Asia Tenggara. Upaya-upaya diplomatik Cina dalam rangka memunculkan rasa saling percaya dengan negara-negara Asia Tenggara menjadi kurang maksimal dengan keinginan Cina untuk mengembangkan armada lautnya. Apalagi, pada saat yang bersamaan, muncul bibit sengketa antara Cina dengan negara-negara Asia Tenggara dalam isu Laut Cina Selatan.

Adi Mulia Pradana secara khusus menyorot perang Indonesia dalam kerjasama Selatan-Selatan. Krisis ekonomi tahun 1997-1998 membuat beberapa negara Selatan memilih kebijakan yang lebih mengedepankan kepentingan nasional dan melupakan kerjasama antar-negara Selatan. Indonesia, dalam rangka menyelamatkan perekonomiannya, juga mengadopsi kebijakan yang lebih terbuka terhadap liberalisasi yang di kemudian hari memunculkan perdebatan mengenai kemampuan negara dalam melindungi perekonomiannya dari ancaman globalisasi. Pelaksanaan pertemuan APEC dan WTO di Bali tahun 2013 menjadi titik penting yang akan menentukan pilihan Indonesia antara bersikap lebih nasionalis atau lebih toleran terhadap desakan ekonomi liberal.

Tulisan keempat dalam Jurnal Global edisi kali ini dibuat oleh Indah Gilang Pusparani. Pusparani menyoroti peranan jejaring sosial dalam mendukung perkembangan kehidupan sosial masyarakat dengan mengangkat kasus gerakan sanitasi charity: water. Tulisan ini bukan saja mampu menunjukkan efektivitas kinerja aktor non-negara dalam membangun kondisi sosial yang lebih baik namun sekaligus menantang peran negara dalam melaksanakan fungsi tersebut. Pilihan kasus yang dihadirkan oleh Pusparani menjadi lebih menarik mengingat Pusparani menyoroti sebuah gerakan berbasis teknologi untuk menemukan kembali esensi dari sebuah gerakan sosial.

Jejaring sosial bukan saja efektif dalam membangun gerakan sosial untuk mengembangkan kondisi kehidupan masyarakat namun juga efektif dalam gerakan menggulingkan kekuasaan. Mansur Juned, Musa Maliki, dan Asrudin menguji pengaruh media sosial terhadap pelaksanaan revolusi politik pada gerakan Arab Spring, terutama yang terjadi di Mesir. Media sosial, menurut Juned, Maliki, dan Asrudin, mampu menjadi sarana dalam upaya publik untuk menggulingkan penguasa.

Tulisan terakhir datang dari Caroline Putri Pratama. Tulisan yang diadaptasi dari penelitian Pratama mengenai kompleks keamanan Asia Tengah ini mendeskripsikan kompleks keamanan Asia Tengah dari tiga paradigma utama studi Ilmu Hubungan Internasional. Dalam pandangan Realisme, Pratama menunjukkan bagaimana keterikatan ketidakamanan (insecurity interdependence) yang muncul dari pola permusuhan yang ketat mempengaruhi relasi antar-negara di kawasan. Hubungan antar-negara di kawasan Asia Tengah juga dipengaruhi oleh hadirnya kerjasama keamanan yang menghasilkan keterikatan keamanan (security interdependence) dalam pandangan Liberalisme. Terakhir, konstruksi persepsi ancaman yang lahir dari keterikatan sekuritisasi (securitization interdependence) juga mempengaruhi relasi antar-negara di kawasan ini.

Keenam tulisan tersebut mewakili kajian keamanan internasional, ekonomi-politik internasional, dan masyarakat transnasional. Kajian yang sifatnya lebih teoritik diwakili oleh tulisan Widjajanto dan Pratama sedangkan kajian yang lebih empirik diwakili oleh tulisan-tulisan dari Prajuli, Pradana, Pusparani, serta Juned, Maliki, dan Asrudin. Tidak ada tema tersendiri yang diberikan oleh Dewan Redaksi untuk Jurnal Global edisi ini. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan keragaman dalam tulisan akademik yang mewakili ketiga kajian utama yang hadir di Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia yang menjadi induk dari Jurnal Global. Keragaman tersebut juga diharapkan mampu membuka keran bagi masuknya tulisan-tulisan hasil kajian para akademisi studi Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia dalam setiap kesempatan yang ada.

Table of Contents

Original Articles

Mansur Juned, Musa Maliki, M Asrudin
PDF
Indah Gilang Pusparani
PDF
Adi Mulia Pradana
PDF
Andi Widjajanto
PDF
Wendy A. Prajuli
PDF
Caroline Putri Pratama
PDF