Vol 13, No 1 (2011)

Global: Jurnal Politik Internasional

Perekonomian dunia tengah berguncang. Barat sebagai lokus pertumbuhan ekonomi dunia sedang dihantui oleh resesi ekonomi berkepanjangan. Pergeseran dari krisis lembaga keuangan menuju krisis defisit anggaran negara menjadi ancaman serius di berbagai negara. Bukti nyata telah terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Seluruh pihak kini tengah memalingkan muka dari Barat ke Timur, berharap pertumbuhan global dapat ditopang oleh negara-negara berkembang dan negara-negara industri baru. Kebangkitan China serta intensitas yang tinggi dalam interaksi antara Asia Tenggara dengan negara Asia Timur lainnya menjadi suatu harapan bagi alternatif penopang pertumbuhan internasional yang belakangan meradang.

Global Volume 13 No.l ini menyajikan lima tulisan dengan tiga tulisan dengan tema besar Global: Jurnal Politik Internasional. Ketiganya menyoroti perkembangan ekonomi politik internasional di Asia Timur dan juga ASEAN. Sedangkan, seperti biasanya, dua tulisan lainnya mengangkat tema-tema umum yang tidak kalah menarik.

Dalam tema besar "Ekonomi Politik " yang diangkat kali ini, Haura Erwin dan Tirta Mursitama dalam tulisannya bertajuk "Sang Naga Membelit ASEAN: Kebijakan Ekonomi China Dalam Periode Keanggotaan WTO" memaparkan sebuah cakrawala baru mengenai sejarah dan konteks ekonomi yang mendasar bagi China yang terus memperdalam jalinan kerjasama dengan Asia Tenggara. Beberapa bangunan perdagangan dan investasi telah menjadi pola kerjasama yang sangat digemari oleh China. Erwin dan Mursitama mengulas secara mendalam keterkaitan ekonomi diantara keduanya dalam kerangka besar ASEAN- China Free Trade Agreement (ACFTA). Kepentingan China diulas secara gamblang dan menelisik secara tajam apa saja yang merupakan rasionalitas ekonomi China untuk melanjutkan kerjasama ini.

Tulisan kedua menyoroti menguatnya peran mata uang Yuan (RMB) China dalam penggunaan transaksi perdagangan dan keuangan internasional. Indikasi ini disinyalir akan membawa mata uang Yuan menjadi salah satu alat pembayaran yang utama di dunia. Eryan Ramadhani memperlihatkan penggunaan Yuan sebagai salah satu mata uang internasional dalam indikator-indikator yang diambil dari beberapa studi sebelumnya. Tulisan bertajuk "Internasionalisasi Yuan: Transisi China Menuju Kekuatan Hegemonik" ini menekankan merangkaknya China sebagai hegemon dalam keuangan terjadi melalui tahapan demi tahapan. China juga merangkul Asia Tenggara guna melangsungkan kebijakan ini.

Untuk melengkapi konsentrasi pada Kajian Asia Timur, Asra Virgianita mendeskripsikan kinerja bantuan keuangan Jepang (Official Development Assistance) ke negara-negara berkembang. Secara bertahap Jepang memiliki formulasi dan langkah aksi yang nyata dalam mewujudkan bantuan keuangannya dalam rangka memperkuat proses demokratisasi di negara penerima bantuan. Terkait hal ini Asra Virgianita mengangkat Indonesia sebagai salah satu studi kasus. Dalam tulisannya yang berjudul "From Development Assistance to Democracy Assistance: Understanding Japan's Aid Policy for Promoting Democracy", secara bertahap Jepang meiengkapi fungsi bantuan luar negerinya dengan muatan ideologis, terutama untuk mempromosikan demokrasi.

Dua tulisan lain akan diisi dengan tema umum. Pertama, tulisan Deni Bram yang bertajuk "Evaluasi Penaiaan Negara Dalam Instrumen Penanggulangan Perubahan Iklim" berusaha mengevaluasi sistem hukum dalam rezim penanggulangan perubahan iklim yang ada. Tulisan ini menawarkan pendekatan ekonomi sebagai salah satu solusi untuk mengisi kekosongan dalam penegakan hukum yang disepakati dalam suatu rezim. Broto Wardoyo. Hariadi Wirawan dan Utaryo Santiko menuliskan hasil penelitiannya mengenai altematif kebijakan Indonesia untuk turut serta dalam proses perdamaian Israel dan Palestina. Tulisan yang bertajuk "Mediasi Indonesia Dalam Proses Perdamaian Palestina-Israel^ ini menawarkan pendekatan unofficial-official model yang dipadukan dengan backhand model yang dipraktikkan di Taiwan.

Dengan terbitnya GLOBAL edisi kali ini, diharapkan kontribusi di dalamnya dapat menambah wawasan dan mengembangkan wacana di bidang Ilmu Hubungan Internasional, khususnya dalam kajian kekhususan "Ekonomi Politik Intemasional". Selamat Membaca!!

Depok, 10 Mei 2011
Redaksi